Tampilkan postingan dengan label MATERI BIMBINGAN DAN KONSELING. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MATERI BIMBINGAN DAN KONSELING. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Oktober 2025

Kenakalan Remaja dan Cara Pencegahannya

Kenakalan Remaja dan Cara Pencegahannya




Masa remaja adalah masa yang penuh warna — masa pencarian jati diri, masa mencoba hal baru, dan masa yang sangat menentukan arah kehidupan seseorang. Namun, di masa ini pula banyak remaja yang terjerumus dalam perilaku menyimpang yang dikenal sebagai kenakalan remaja.

Kenakalan remaja bukan sekadar “iseng” atau “coba-coba”, tetapi bisa berdampak serius terhadap masa depan, hubungan sosial, dan bahkan nama baik keluarga serta sekolah. Karena itu, penting bagi setiap siswa untuk memahami apa itu kenakalan remaja dan bagaimana cara mencegahnya.


Apa Itu Kenakalan Remaja?


Kenakalan remaja (juvenile delinquency)  adalah segala bentuk perilaku yang melanggar norma sosial, hukum, atau nilai moral yang berlaku di masyarakat, yang dilakukan oleh seseorang pada masa remaja.


Contoh kenakalan remaja di lingkungan sekolah dan masyarakat antara lain:

* Membolos atau datang terlambat secara sengaja

* Berkelahi dan perundungan (bullying)

* Merokok, mabuk, atau mencoba narkoba

* Balapan liar dan pelanggaran lalu lintas

* Berbohong kepada orang tua atau guru

* Mengakses konten negatif di internet


Meskipun terlihat “sepele” pada awalnya, kebiasaan tersebut bisa berkembang menjadi perilaku yang lebih berisiko jika tidak segera ditangani.


Penyebab Kenakalan Remaja


1. Kurangnya perhatian dan kasih sayang keluarga

Ketika remaja merasa tidak diperhatikan, mereka bisa mencari pelarian di luar rumah, seperti bergabung dengan teman sebaya yang salah arah.


2. Pengaruh lingkungan dan teman sebaya

Teman memiliki peran besar dalam membentuk perilaku remaja. Ingin dianggap “gaul” atau diterima sering membuat remaja ikut-ikutan hal negatif.


3. Penggunaan media sosial tanpa kontrol

Banyak remaja meniru perilaku dari media sosial tanpa menyaring mana yang baik dan mana yang tidak.


4. Kurangnya bimbingan dan keteladanan

Jika remaja tidak memiliki panutan yang baik di rumah maupun sekolah, mereka bisa kehilangan arah.


5. Krisis identitas dan emosi yang tidak stabil

Remaja sering kali belum bisa mengelola emosi atau tekanan, sehingga mudah marah, kecewa, dan melakukan hal-hal yang merugikan diri sendiri.


Cara Mencegah Kenakalan Remaja


1. Bangun Komunikasi yang Baik dengan Keluarga

Orang tua dan anak perlu saling terbuka. Remaja harus berani bercerita tentang masalahnya agar tidak mencari jalan keluar yang salah.


2. Pilih Teman yang Baik

Peribahasa mengatakan, “Berteman dengan penjual parfum akan ikut wangi, berteman dengan pandai besi akan ikut terkena asapnya.” Pilihlah lingkungan yang positif dan mendukung cita-cita.


3. Isi Waktu dengan Kegiatan Positif

   Ikut ekstrakurikuler, organisasi OSIS, kegiatan sosial, atau olahraga. Kegiatan positif bisa mengalihkan dari kebiasaan negatif.


4. Gunakan Media Sosial Secara Bijak

   Jadikan media sosial tempat belajar, berkarya, dan berinspirasi — bukan untuk pamer, menghina, atau mencari sensasi.


5. Bangun Motivasi Diri dan Cita-Cita

   Remaja yang punya cita-cita kuat cenderung lebih fokus dan tidak mudah terpengaruh hal negatif. Tulis impianmu, tempel di dinding kamar, dan jadikan itu penyemangat setiap hari.


6. Cari Bimbingan dari Guru BK atau Orang yang Dipercaya

   Jika menghadapi masalah, jangan pendam sendiri. Guru BK, wali kelas, atau teman yang bijak bisa membantu menemukan solusi yang sehat.


Penutup

Kenakalan remaja bukanlah takdir yang harus dijalani, tetapi tantangan yang bisa dihindari. Dengan bimbingan yang tepat, lingkungan yang positif, dan kemauan untuk berubah, setiap remaja dapat tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, berkarakter, dan membanggakan sekolah serta keluarga.


Ingat, masa remaja hanya datang sekali — gunakanlah untuk :
belajar, 
berprestasi, 
dan membangun masa depan.




Jumat, 03 Oktober 2025

MENJAGA NAMA BAIK

 






Menjaga Nama Baik : 

Pribadi, Keluarga, Masyarakat, dan Sekolah

A. Pendahuluan

Nama baik adalah salah satu hal paling berharga dalam kehidupan manusia. Nama baik sering dianggap sebagai cerminan kepribadian, kehormatan, dan martabat seseorang. Sekali nama baik rusak, akan sulit untuk memperbaikinya. Oleh karena itu, menjaga nama baik merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap individu.

Bagi seorang siswa, khususnya murid SMKN 2 Boyolangu, menjaga nama baik memiliki makna yang lebih luas. Tidak hanya sekadar menjaga diri sendiri, tetapi juga berkaitan erat dengan nama baik keluarga, masyarakat, dan sekolah. Keberhasilan siswa dalam menjaga nama baik akan membawa manfaat besar, sedangkan kegagalan dalam menjaganya bisa menimbulkan kerugian yang tidak kecil.


B. Pembahasan

1. Menjaga Nama Baik Pribadi

Nama baik pribadi adalah fondasi utama dalam kehidupan seorang murid. Hal ini tercermin dari sikap sehari-hari, seperti cara berbicara, berpakaian, bergaul, hingga tanggung jawab terhadap kewajiban.

Contoh perilaku yang termasuk menjaga nama baik pribadi:

* Datang ke sekolah tepat waktu dan tidak sering bolos.

* Berbicara dengan sopan, tidak berkata kasar kepada guru atau teman.

* Mengumpulkan tugas tepat waktu dan dikerjakan dengan usaha sendiri.

* Menjaga kebersihan diri dan berpakaian rapi sesuai aturan sekolah.

* Menghindari kebiasaan buruk seperti merokok, mencontek, atau berkelahi.

Manfaatnya, siswa akan mendapatkan kepercayaan dari guru, teman, dan masyarakat, serta dikenal sebagai pribadi yang berakhlak baik.

Kerugiannya, jika tidak dijaga, siswa bisa kehilangan kepercayaan, dicap negatif, bahkan sulit meraih kesempatan baik di masa depan.


2. Menjaga Nama Baik Keluarga

Setiap siswa adalah cerminan dari keluarganya. Masyarakat sering menilai keluarga dari perilaku anak-anaknya.

Contoh perilaku yang termasuk menjaga nama baik keluarga:

* Selalu berpamitan dengan sopan saat berangkat sekolah atau keluar rumah.

* Membantu orang tua dalam pekerjaan rumah sesuai kemampuan.

* Menghormati orang tua dengan mendengarkan nasihat mereka.

* Menjadi teladan bagi adik-adik, misalnya rajin belajar dan beribadah.

* Tidak melakukan perbuatan yang mempermalukan keluarga, seperti mencuri, berkelahi di jalan, atau melanggar aturan hukum.

Manfaatnya, keluarga akan bangga dan dihormati oleh lingkungan sekitar.

Kerugiannya, jika siswa berperilaku buruk, keluarga akan merasa malu dan bisa mendapat cap negatif dari masyarakat.


3. Menjaga Nama Baik Masyarakat

Masyarakat adalah lingkungan sosial tempat siswa tumbuh dan berkembang. Seorang murid yang berperilaku baik akan membawa nama baik bagi lingkungannya.

Contoh perilaku yang termasuk menjaga nama baik masyarakat:

* Ikut serta dalam kerja bakti membersihkan lingkungan.

* Sopan santun kepada tetangga, terutama yang lebih tua.

* Tidak mengganggu ketertiban umum, misalnya dengan balap liar atau tawuran.

* Menjadi sukarelawan dalam kegiatan masyarakat, seperti acara keagamaan atau kegiatan sosial.

* Menjaga fasilitas umum dengan baik, tidak merusak atau mengotori.

Manfaatnya, siswa akan dihargai dan dianggap sebagai generasi muda yang peduli serta bertanggung jawab.

Kerugiannya, jika siswa berbuat negatif, masyarakat akan kehilangan kepercayaan, bahkan lingkungan tempat tinggalnya bisa ikut tercemar namanya.


4. Menjaga Nama Baik Sekolah

Sekolah adalah rumah kedua bagi siswa. Setiap tindakan siswa akan membawa dampak langsung terhadap citra sekolah.

Contoh perilaku yang termasuk menjaga nama baik sekolah:

* Memakai seragam sekolah lengkap dan rapi sesuai aturan.

* Menjaga kebersihan kelas, toilet, dan lingkungan sekolah.

* Mengikuti upacara bendera dengan tertib dan penuh hormat.

* Tidak mencontek saat ujian serta menghormati guru dan staf sekolah.

* Aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan lomba untuk membawa prestasi bagi sekolah.

* Bersikap sopan di luar sekolah sehingga masyarakat menilai positif terhadap SMKN 2 Boyolangu.

Manfaatnya, citra sekolah akan meningkat di mata masyarakat dan sekolah semakin dipercaya sebagai lembaga pendidikan berkualitas.

Kerugiannya, jika siswa berperilaku buruk, nama sekolah akan tercoreng meskipun hanya karena ulah satu atau dua siswa saja.


C. Penutup

Menjaga nama baik adalah tanggung jawab yang harus dipegang teguh oleh setiap siswa. Bagi murid SMKN 2 Boyolangu, hal ini bukan hanya tentang menjaga diri sendiri, tetapi juga tentang membawa kebanggaan bagi keluarga, masyarakat, dan sekolah.

Dengan contoh-contoh perilaku nyata, siswa dapat memahami bagaimana cara menjaga nama baik dalam kehidupan sehari-hari. Manfaatnya sangat besar, mulai dari memperoleh kepercayaan, membanggakan keluarga, hingga mengangkat citra sekolah. Sebaliknya, kerugian jika tidak menjaga nama baik juga sangat berat, seperti kehilangan kepercayaan, membuat malu keluarga, hingga merusak citra sekolah.

Oleh karena itu, mari kita bersama-sama menjaga nama baik pribadi, keluarga, masyarakat, dan sekolah dengan disiplin, tanggung jawab, dan akhlak mulia. Dengan begitu, kita akan menjadi generasi muda yang terhormat, berkarakter, dan siap menyongsong masa depan yang gemilang. 


Referensi :

https://mediaindonesia.com/humaniora/764666/sikap-murid-yang-baik-terhadap-guru-di-sekolah



Kamis, 20 Februari 2025

Soft Skill: Kunci Utama Kesuksesan Karir Siswa SMK Pariwisata

Soft Skill: 

Kunci Utama Kesuksesan Karir Siswa SMK Pariwisata




Dalam industri pariwisata yang berkembang pesat, keterampilan teknis atau hard skill saja tidak cukup untuk memastikan kesuksesan. Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pariwisata perlu dibekali dengan soft skill yang mumpuni agar dapat bersaing dan beradaptasi di dunia kerja. Soft skill adalah keterampilan non-teknis yang terkait dengan cara berinteraksi, berkomunikasi, serta mengelola diri sendiri dan orang lain. Artikel ini akan mengulas pentingnya pengembangan soft skill bagi siswa SMK Pariwisata dan dampaknya terhadap keberhasilan mereka di dunia kerja.

  1. Komunikasi yang Efektif dalam Industri Pariwisata
    Industri pariwisata, yang berfokus pada pelayanan, memerlukan kemampuan komunikasi yang baik untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang memuaskan. Siswa SMK Pariwisata perlu mengembangkan kemampuan komunikasi verbal dan non-verbal, seperti mendengarkan dengan empati dan memberikan informasi yang jelas. Keterampilan ini akan membantu mereka berinteraksi dengan pelanggan secara profesional dan menciptakan hubungan yang positif.

  2. Kemampuan Bekerja dalam Tim yang Efisien
    Di dunia pariwisata, kolaborasi tim sangatlah penting. Baik di hotel, restoran, atau destinasi wisata, kerja tim yang solid akan memastikan kelancaran operasional. Soft skill seperti kemampuan bekerja dalam tim, kepemimpinan, dan fleksibilitas sangat diperlukan untuk beradaptasi dengan berbagai peran dan bekerja sama dengan rekan-rekan dari beragam latar belakang.

  3. Mengelola Tekanan dan Tantangan yang Muncul
    Industri pariwisata seringkali menghadapi situasi tak terduga, seperti masalah dengan layanan atau keluhan pelanggan. Kemampuan untuk tetap tenang dan menyelesaikan masalah di bawah tekanan adalah soft skill yang sangat dibutuhkan. Siswa SMK Pariwisata yang dapat mengelola stres dan berpikir kritis akan lebih siap menghadapi tantangan yang ada di lapangan.

  4. Keterampilan Interpersonal dan Membangun Relasi
    Kemampuan interpersonal yang baik sangat mendukung kesuksesan dalam pariwisata. Siswa SMK Pariwisata perlu belajar cara membangun dan menjaga hubungan yang baik dengan pelanggan, rekan kerja, serta mitra bisnis. Keterampilan ini tidak hanya meningkatkan pelayanan, tetapi juga membuka peluang karir lebih luas di masa depan, baik di dalam maupun di luar perusahaan.

  5. Daya Saing yang Lebih Tinggi di Dunia Kerja
    Dengan dunia kerja yang semakin kompetitif, soft skill menjadi pembeda utama antara satu individu dengan yang lainnya. Siswa SMK Pariwisata yang memiliki kemampuan komunikasi yang efektif, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi akan lebih menonjol di mata perusahaan. Keterampilan ini akan membantu mereka mengatasi tantangan dan menunjukkan potensi mereka di industri yang terus berkembang ini.

  6. Persiapan Berwirausaha yang Lebih Matang
    Tidak semua lulusan SMK Pariwisata bekerja untuk perusahaan. Beberapa memilih berwirausaha dengan membuka usaha sendiri, seperti restoran atau agen perjalanan. Soft skill seperti manajemen waktu, kepemimpinan, dan kreativitas sangat diperlukan untuk mengelola usaha dan bersaing di pasar. Keterampilan ini membantu mereka mengambil keputusan yang tepat, mengelola sumber daya, serta berinovasi agar usaha mereka berkembang.

Cara Mengembangkan Soft Skill bagi Siswa SMK Pariwisata

  • Pelatihan dan Workshop: Sekolah dapat mengadakan pelatihan soft skill, seperti public speaking, manajemen konflik, dan negosiasi.
  • Praktik Kerja Lapangan (PKL): Program magang memberi kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi langsung dengan dunia kerja dan mengasah keterampilan mereka.
  • Aktif dalam Organisasi atau Komunitas: Mengikuti organisasi siswa atau komunitas pariwisata akan membantu siswa mengembangkan keterampilan kepemimpinan, manajemen tim, serta komunikasi interpersonal.
  • Menerima dan Memberikan Umpan Balik: Pembelajaran yang berkelanjutan melalui feedback dari guru, rekan, atau pelanggan akan membantu siswa meningkatkan soft skill mereka.

Kesimpulan
Soft skill merupakan elemen penting yang tidak bisa diabaikan dalam pendidikan SMK Pariwisata. Kemampuan ini tidak hanya mendukung keberhasilan siswa di dunia kerja, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan hidup. Dengan pengembangan soft skill yang baik, siswa SMK Pariwisata dapat menjadi tenaga kerja yang berkualitas, profesional, dan siap bersaing di industri pariwisata yang terus berubah. 


--000--

Dari ; DeepSeek


=====

Tugas Mandiri :

Tulislah Soft kill yang telah Anda miliki

Tulislah Soft Skill yang belum Anda miliki

Bagaimana cara Anda mendapatkan Soft Skill yang belum Anda miliki 


=====

Sumber lain yang bisa dipelajari :

https://www.gamelab.id/news/2772-12-soft-skill-yang-dibutuhkan-di-dunia-kerja


Senin, 03 Februari 2025

Dari Bangku Sekolah, Bersiap Merintis Karir

Dari Bangku Sekolah, 

Bersiap Merintis Karir



Pentingnya Hadir dan Belajar di Sekolah 

bagi Siswa SMK Akuntansi dan Keuangan Lembaga

Sekolah adalah tempat utama bagi siswa untuk memperoleh ilmu, keterampilan, dan membentuk karakter yang akan menjadi bekal bagi masa depan mereka. Bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL), kehadiran di sekolah menjadi sangat penting karena mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik yang relevan dengan dunia kerja. Dengan hadir dan aktif belajar, siswa akan memperoleh ASK: Attitude (Sikap), Skill (Keterampilan), dan Knowledge (Pengetahuan) yang menjadi kunci sukses dalam dunia akuntansi dan keuangan.

1. Attitude (Sikap)

Dalam dunia akuntansi dan keuangan, sikap yang baik sangat penting. Profesi ini menuntut ketelitian, kejujuran, tanggung jawab, dan disiplin tinggi. Kehadiran di sekolah membantu siswa membentuk etos kerja yang baik, membangun kebiasaan tepat waktu, serta meningkatkan kemampuan bekerja dalam tim. Melalui interaksi dengan guru dan teman, siswa juga belajar etika profesional yang sangat dibutuhkan di dunia kerja, seperti menjaga kerahasiaan data klien dan memiliki integritas dalam setiap pekerjaan.

2. Skill (Keterampilan)

Keterampilan akuntansi dan keuangan tidak bisa didapatkan hanya dengan membaca buku. Kehadiran di sekolah memungkinkan siswa untuk mempraktikkan langsung berbagai keterampilan yang dibutuhkan, seperti menyusun laporan keuangan, mengoperasikan software akuntansi, menghitung pajak, hingga menganalisis data keuangan. Dengan bimbingan guru dan fasilitas sekolah, siswa dapat lebih memahami bagaimana menerapkan teori dalam kasus nyata, sehingga mereka lebih siap menghadapi dunia kerja setelah lulus.

3. Knowledge (Pengetahuan)

Ilmu akuntansi dan keuangan terus berkembang, dan siswa SMK AKL perlu selalu memperbarui pengetahuan mereka. Dengan hadir di sekolah, mereka dapat mempelajari konsep-konsep akuntansi terkini, memahami regulasi perpajakan yang berlaku, serta mengenal teknologi dan sistem keuangan yang digunakan di industri. Pembelajaran di kelas memberikan wawasan yang lebih luas, dan diskusi dengan guru serta teman memungkinkan siswa untuk memahami materi lebih dalam dibandingkan belajar sendiri di rumah.

Kesimpulan

Kehadiran di sekolah bagi siswa SMK jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga bukan sekadar kewajiban, tetapi merupakan investasi bagi masa depan mereka. Dengan hadir dan aktif belajar, siswa mendapatkan Attitude (Sikap), Skill (Keterampilan), dan Knowledge (Pengetahuan) yang menjadi bekal utama untuk sukses dalam dunia kerja. Oleh karena itu, penting bagi setiap siswa untuk memanfaatkan waktu sekolah dengan sebaik-baiknya, mengikuti pembelajaran dengan serius, serta selalu berusaha meningkatkan kompetensi diri agar siap bersaing di dunia industri akuntansi dan keuangan.


=====

Tugas Mandiri

Tulislah sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang telah Anda miliki sebagai siswa Akuntansi dan Keuangan Lembaga, setelah belajar di SMKN 2 Boyolangu


oooo ----- oooo

Hadir & Belajar: Kunci Sukses di Perhotelan!

Hadir & Belajar: 

Kunci Sukses di Perhotelan 




Sekolah merupakan tempat utama bagi siswa untuk menimba ilmu, mengembangkan keterampilan, serta membangun sikap yang baik. Hal ini menjadi semakin penting bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Perhotelan, di mana pembelajaran tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik yang berkaitan langsung dengan industri perhotelan. Kehadiran di sekolah secara aktif akan memberikan manfaat besar bagi siswa karena mereka mendapatkan tiga aspek utama yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja, yaitu Attitude (Sikap), Skill (Keterampilan), dan Knowledge (Pengetahuan) atau yang sering disebut sebagai konsep ASK.

1. Attitude (Sikap)

Dunia perhotelan adalah industri yang sangat mengutamakan pelayanan dan etika kerja. Oleh karena itu, memiliki sikap yang baik adalah kunci keberhasilan dalam bidang ini. Dengan hadir di sekolah secara rutin, siswa akan terbiasa dengan kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta etika profesional yang diterapkan dalam dunia perhotelan. Sikap ini terbentuk melalui interaksi dengan guru, teman, serta pengalaman praktik yang diberikan di sekolah. Dengan demikian, siswa yang memiliki attitude yang baik akan lebih siap menghadapi dunia kerja yang penuh tantangan.

2. Skill (Keterampilan)

Keterampilan adalah aspek penting yang harus dimiliki oleh siswa SMK Perhotelan agar dapat bersaing di dunia kerja. Kehadiran di sekolah memungkinkan siswa untuk belajar dan mengasah keterampilan yang dibutuhkan, seperti keterampilan komunikasi, pelayanan tamu, tata boga, tata graha (housekeeping), hingga manajemen perhotelan. Melalui praktik langsung yang diberikan di laboratorium sekolah atau kegiatan magang, siswa akan memperoleh pengalaman berharga yang tidak bisa didapatkan hanya melalui teori. Dengan keterampilan yang terus diasah, peluang mereka untuk mendapatkan pekerjaan di industri perhotelan akan semakin besar.

3. Knowledge (Pengetahuan)

Selain sikap dan keterampilan, pengetahuan yang cukup juga menjadi bekal utama bagi siswa SMK Perhotelan. Pengetahuan ini mencakup berbagai aspek, seperti standar operasional perhotelan, jenis-jenis layanan, manajemen perhotelan, hingga budaya dan bahasa asing yang sangat berguna dalam industri ini. Kehadiran di sekolah memungkinkan siswa untuk memperoleh wawasan yang lebih luas melalui pembelajaran di kelas, diskusi, dan studi kasus yang diberikan oleh guru. Dengan memiliki pengetahuan yang baik, siswa akan lebih percaya diri dan mampu menghadapi berbagai situasi dalam dunia kerja.

Kesimpulan

Kehadiran di sekolah bagi siswa SMK Perhotelan bukan sekadar kewajiban, tetapi merupakan investasi bagi masa depan mereka. Dengan hadir dan belajar secara aktif, mereka akan mendapatkan Attitude (Sikap), Skill (Keterampilan), dan Knowledge (Pengetahuan) yang menjadi modal utama untuk sukses di dunia kerja. Oleh karena itu, penting bagi setiap siswa untuk memanfaatkan waktu sekolah dengan sebaik-baiknya, mengikuti pembelajaran dengan penuh semangat, serta selalu berusaha meningkatkan kompetensi diri agar siap bersaing di industri perhotelan yang semakin berkembang.


=====

Tugas Mandiri

Tulislah sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang telah Anda miliki sebagai siswa perhotelan, setelah belajar di SMKN 2 Boyolangu

Minggu, 26 Januari 2025

Kerja Sama Tim yang Efektif

 Kerja Sama Tim yang Efektif







# Apa itu Kerja Sama Tim?


Kerja sama tim adalah ketika beberapa orang bekerja bersama untuk mencapai tujuan yang sama. Dalam tim, setiap anggota memiliki peran dan tanggung jawab yang berbeda-beda.


# Mengapa Kerja Sama Tim Penting?


Kerja sama tim penting karena:


1. Meningkatkan Produktivitas: Dengan bekerja bersama, kita dapat menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dan efisien.

2. Meningkatkan Kualitas Kerja: Dengan berbagi ide dan pengalaman, kita dapat membuat pekerjaan yang lebih baik.

3. Meningkatkan Kepuasan Kerja: Dengan bekerja bersama, kita dapat merasa lebih bahagia dan puas dengan pekerjaan kita.


# Bagaimana Cara Kerja Sama Tim yang Efektif?


Berikut beberapa cara untuk kerja sama tim yang efektif:


1. Komunikasi yang Baik: Pastikan semua anggota tim berkomunikasi dengan baik dan jelas.

2. Perencanaan yang Baik: Buat rencana yang jelas dan terstruktur sebelum memulai pekerjaan.

3. Pembagian Tugas yang Adil: Pastikan semua anggota tim memiliki tugas yang adil dan sesuai dengan kemampuan mereka.

4. Kerja Sama yang Baik: Pastikan semua anggota tim bekerja sama dengan baik dan saling membantu.


# Kesimpulan


Kerja sama tim yang efektif sangat penting untuk mencapai tujuan yang sama. Dengan komunikasi yang baik, perencanaan yang baik, pembagian tugas yang adil, dan kerja sama yang baik, kita dapat membuat tim yang solid dan efektif.


# Saran


1. Berlatihlah berkomunikasi dengan baik dalam tim.

2. Buatlah rencana yang jelas dan terstruktur sebelum memulai pekerjaan.

3. Pastikan semua anggota tim memiliki tugas yang adil dan sesuai dengan kemampuan mereka.

4. Berlatihlah bekerja sama dengan baik dalam tim.

Kepemimpinan yang Efektif: Pemimpin sebagai Pemimpi, Pemimpin, dan Pelayan

 

Kepemimpinan yang Efektif: 

Pemimpin sebagai Pemimpi, Pemimpin, dan Pelayan




Pendahuluan

Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi, memotivasi, dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Pemimpin yang efektif harus memiliki visi, kemampuan untuk mengkomunikasikan visi tersebut, dan kemampuan untuk menginspirasi orang lain untuk bekerja sama untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam makalah ini, kita akan membahas tiga aspek kepemimpinan yang efektif, yaitu pemimpin sebagai pemimpi, pemimpin sebagai pemimpin, dan pemimpin sebagai pelayan anggotanya.


1. Pemimpin adalah Pemimpi

Pemimpin yang efektif harus memiliki visi yang jelas tentang masa depan. Mereka harus dapat memimpikan apa yang ingin dicapai dan bagaimana cara mencapainya. Visi ini haruslah jelas, terukur, dan dapat dicapai. Pemimpin yang memiliki visi yang jelas dapat menginspirasi orang lain untuk bekerja sama untuk mencapai tujuan tersebut.


2. Pemimpin adalah Memimpin untuk Mewujudkan Mimpi Bersama

Pemimpin yang efektif harus dapat mengkomunikasikan visi mereka kepada orang lain dan menginspirasi mereka untuk bekerja sama untuk mencapai tujuan tersebut. Mereka harus dapat membangun tim yang kuat dan solid, serta dapat mengelola konflik dan perbedaan pendapat.


Pemimpin yang efektif juga harus dapat mengambil keputusan yang tepat dan berani mengambil risiko. Mereka harus dapat menghadapi tantangan dan kesulitan dengan percaya diri dan optimisme.


3. Pemimpin adalah Pelayan Anggotanya

Pemimpin yang efektif harus dapat melayani anggotanya dengan baik. Mereka harus dapat memahami kebutuhan dan aspirasi anggotanya, serta dapat membantu mereka untuk mencapai tujuan mereka.


Pemimpin yang efektif juga harus dapat mengembangkan kemampuan dan potensi anggotanya. Mereka harus dapat memberikan pelatihan dan pengembangan yang tepat, serta dapat memberikan kesempatan untuk berkembang dan maju.


Kesimpulan

Kepemimpinan yang efektif memerlukan pemimpin yang memiliki visi yang jelas, dapat mengkomunikasikan visi tersebut, dan dapat menginspirasi orang lain untuk bekerja sama untuk mencapai tujuan tersebut. Pemimpin yang efektif juga harus dapat melayani anggotanya dengan baik dan mengembangkan kemampuan dan potensi mereka. Dengan demikian, pemimpin dapat menciptakan lingkungan kerja yang positif dan mendukung, serta dapat mencapai tujuan yang diinginkan.


====

Materi Bimbingan ini disusun dengan MetaAI

Selasa, 21 Januari 2025

Kompetensi Karyawan Hotel dari Lulusan SMK Pariwisata

Kompetensi yang Dibutuhkan untuk Bekerja 

sebagai Karyawan Hotel dari Lulusan SMK Pariwisata



Kompetensi yang Dibutuhkan untuk Bekerja 

sebagai Karyawan Hotel dari Lulusan SMK Pariwisata

Bekerja di sektor perhotelan merupakan salah satu peluang utama bagi lulusan SMK Pariwisata, khususnya jurusan Perhotelan. Dengan bekal pendidikan formal dan pengalaman Praktik Kerja Lapangan (PKL), lulusan ini memiliki kemampuan yang siap digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri. Namun, untuk menjadi karyawan hotel yang profesional, terdapat sejumlah kompetensi utama yang perlu dikuasai.

1. Kemampuan Pelayanan Tamu (Customer Service)

Industri perhotelan menempatkan layanan tamu sebagai prioritas utama. Oleh karena itu, lulusan harus memiliki kemampuan untuk:

  • Berkomunikasi dengan ramah, sopan, dan profesional.

  • Menangani keluhan atau masalah tamu dengan solusi yang memuaskan.

  • Memberikan pengalaman mengesankan kepada tamu selama berada di hotel.

2. Kompetensi di Bidang Front Office

Front office adalah bagian pertama yang berinteraksi langsung dengan tamu. Kompetensi yang diperlukan meliputi:

  • Pengetahuan tentang proses check-in dan check-out.

  • Pengoperasian sistem reservasi hotel.

  • Menangani permintaan atau pertanyaan tamu melalui telepon maupun langsung.

3. Keahlian Housekeeping

Kebersihan dan kenyamanan kamar hotel merupakan elemen penting dalam industri ini. Oleh karena itu, lulusan harus mampu:

  • Menerapkan standar kebersihan dan tata graha sesuai prosedur hotel.

  • Membersihkan kamar dan area publik dengan teknik yang benar.

  • Mengelola linen dan fasilitas laundry secara efisien.

4. Layanan Makanan dan Minuman (Food & Beverage Service)

Bagian ini menuntut lulusan untuk:

  • Mengetahui teknik penyajian makanan dan minuman.

  • Memahami etiket layanan restoran hotel.

  • Melayani tamu dalam acara-acara khusus seperti banquet atau pesta.

5. Kemampuan Berbahasa Asing

Bahasa asing, terutama bahasa Inggris, merupakan kebutuhan penting di dunia perhotelan. Kompetensi ini meliputi:

  • Menguasai percakapan dasar dalam bahasa Inggris.

  • Memahami istilah perhotelan dalam bahasa asing.

  • Penguasaan bahasa tambahan menjadi nilai tambah yang besar.

6. Manajemen Waktu dan Kerjasama Tim

Dunia perhotelan seringkali penuh tekanan dan melibatkan banyak pihak. Oleh karena itu, penting bagi lulusan untuk:

  • Mampu mengatur waktu dan menyelesaikan tugas sesuai tenggat waktu.

  • Berkolaborasi secara efektif dengan tim untuk memastikan kelancaran operasional.

7. Pemahaman Teknologi dan Sistem Hotel

Penggunaan teknologi dalam operasional hotel semakin berkembang. Kompetensi yang diperlukan mencakup:

  • Mengoperasikan perangkat lunak manajemen hotel seperti Opera atau Fidelio.

  • Memahami teknologi yang mendukung proses layanan tamu.

Peluang Karier Lulusan SMK Pariwisata

Selain bekerja di hotel, lulusan jurusan Perhotelan juga memiliki berbagai peluang karier lainnya, antara lain:

  • Kapal Pesiar: Posisi di housekeeping, food & beverage, atau front office.

  • Restoran atau Kafe: Bekerja sebagai pelayan, barista, atau manajer operasional.

  • Event Organizer: Mengelola dan melaksanakan acara.

  • Travel Agent: Menjadi pemandu wisata atau staf layanan perjalanan.

  • Guest House atau Co-working Space: Mengelola tempat penginapan kecil.

  • Startup Hospitality: Bergabung dalam bisnis berbasis teknologi seperti AirBnB.

Kesimpulan

Lulusan SMK Pariwisata memiliki bekal yang cukup untuk memasuki dunia kerja di sektor perhotelan. Dengan menguasai kompetensi seperti pelayanan tamu, housekeeping, layanan makanan dan minuman, bahasa asing, serta teknologi hotel, mereka dapat menjadi tenaga kerja yang profesional dan kompeten. Selain itu, peluang karier alternatif juga terbuka lebar, menjadikan lulusan perhotelan siap bersaing di berbagai bidang industri jasa.


===

Materi Bimbingan ini disiapkan dengan bantuan AI - ChatGPT

Selasa, 14 Januari 2025

Simulasi Komunikasi Efektif

Simulasi Komunikasi Efektif



Berikut adalah contoh simulasi komunikasi efektif antara tiga orang siswa yang bekerja sama untuk mengerjakan tugas kelompok mata pelajaran Bahasa Indonesia:

Anggota Kelompok:
1. Alya - Koordinator Tugas
2. Budi - Penulis
3. Citra - Peneliti

=======

Alya: "Hai teman-teman, kita perlu mulai mengerjakan tugas kelompok Bahasa Indonesia. Tugas kita adalah membuat ulasan tentang novel yang sudah kita baca. Bagaimana kalau kita mulai dengan membagi tugas?"

Budi: "Setuju, Alya. Menurutku, kita bisa membagi tugas berdasarkan kekuatan masing-masing. Citra, kamu jago mencari informasi. Bagaimana kalau kamu jadi peneliti?"

Citra: "Boleh banget, Budi! Aku akan mengumpulkan informasi tentang latar belakang penulis dan sinopsis novel. Kamu sendiri, Budi, bagaimana kalau jadi penulis utama ulasan kita?"

Budi: "Aku siap! Aku akan merangkai informasi yang kamu kumpulkan menjadi ulasan yang menarik. Alya, sebagai koordinator, kamu bisa mengatur jadwal dan memastikan semuanya berjalan lancar?"

Alya: "Tentu, aku akan membuat jadwal dan mengingatkan kalian tentang deadline. Untuk langkah pertama, Citra, bisakah kamu mengumpulkan informasi dan mengirimkannya ke kita sebelum akhir pekan?"

Citra: "Oke, aku akan mengumpulkan semua informasi dan mengirimkannya pada hari Jumat. Budi, setelah itu kamu bisa mulai menulis ulasan, kan?"

Budi: "Tentu, aku akan mulai menulis begitu menerima informasi dari Citra. Alya, kapan kita akan berkumpul untuk mereview dan finalisasi tugas kita?"

Alya: "Bagaimana kalau kita berkumpul pada hari Senin setelah sekolah untuk mereview hasil kerja kita dan membuat penyesuaian terakhir?"

Citra: "Setuju, hari Senin sepertinya waktu yang tepat. Aku akan pastikan semua informasi sudah lengkap sebelum itu."

Budi: "Siap, aku juga akan memastikan draft ulasan sudah siap untuk direview pada hari Senin."

Alya: "Bagus! Dengan begitu kita masih punya waktu untuk membuat perubahan jika diperlukan sebelum tugas dikumpulkan. Terima kasih, teman-teman. Mari kita kerjakan ini dengan semangat!"

Citra: "Ayo, kita pasti bisa menyelesaikannya dengan baik!"

Budi: "Setuju, mari kita mulai bekerja!"

====

Semoga simulasi ini membantu memberikan gambaran tentang komunikasi efektif dalam mengerjakan tugas kelompok. 


 --- oooOOOooo ---

Catatan :
Materi Bimbingan ini disusun dengan menggunakan AI - Microsoft Copilot

Komunikasi Efektif (1)

Komunikasi Efektif (1)




Pendahuluan

Komunikasi adalah proses menyampaikan atau berbagi informasi, pemikiran, atau perasaan melalui lisan, tulisan, maupun bahasa tubuh. Dalam dunia kerja, komunikasi yang efektif menjadi kunci untuk mencapai tujuan organisasi dan menciptakan hubungan yang harmonis antar individu. 


Pengertian dan Konsep Komunikasi Efektif


Efektif berarti membawa hasil atau sesuai dengan harapan/tujuan. 
Komunikasi efektif ditandai dengan adanya pengertian, kesenangan, pengaruh terhadap sikap, peningkatan hubungan sosial, dan pada akhirnya mpemunculkan tindakan

Komunikasi efektif  terlaksana ketika 

  • Pesan diterima sesuai maksud pengirim, meningkatkan hubungan sosial yang baik: Membantu membangun kerja sama yang sinergis
  • Mempengaruhi Sikap dan Menimbulkan Tindakan: Memotivasi penerima pesan untuk bertindak sesuai tujuan.
  • Menimbulkan Kesenangan: Membuat proses komunikasi terasa menyenangkan bagi semua pihak.

Prinsip Komunikasi Efektif
Dalam komunikasi efektif, terdapat lima prinsip utama yang harus diterapkan:


Respect (Sikap Menghargai)
Menghormati dan menghargai orang lain adalah dasar dalam membangun hubungan yang produktif. Rasa hormat mendorong kerja sama yang menghasilkan sinergi.

Empathy (Kemampuan Merasakan)
Empati adalah kemampuan menempatkan diri pada situasi atau kondisi orang lain. Hal ini membutuhkan kemampuan mendengarkan dan memahami sebelum berharap didengarkan.

Audible (Dapat Didengar dengan Baik)
Pesan yang disampaikan harus jelas, mudah dimengerti, dan diterima oleh penerima pesan. Hal ini melibatkan penggunaan bahasa yang sesuai dan sikap yang dapat diterima oleh penerima pesan.

Care and Clarity (Perhatian dan Kejelasan)
Memberikan perhatian pada apa yang disampaikan lawan bicara, menyimak dengan seksama, dan memberikan umpan balik yang relevan untuk memperjelas pesan.

Humble (Rendah Hati)
Sikap rendah hati memperkuat rasa saling menghargai dan menciptakan hubungan yang harmonis dalam komunikasi.

Tiga Kata Ajaib dalam Komunikasi
Dalam komunikasi sehari-hari, terdapat tiga kata yang sangat disarankan untuk digunakan:

Salam
Membuka komunikasi dengan sapaan yang ramah.

Maaf
Mengakui kesalahan atau meminta maaf sebagai bentuk penghormatan.

Terima Kasih
Mengapresiasi lawan bicara atas kontribusi atau perhatiannya.

Kesimpulan
Komunikasi efektif adalah elemen penting dalam dunia kerja karena mampu meningkatkan kerja sama, membangun hubungan yang harmonis, dan mencapai tujuan organisasi. Dengan menerapkan lima prinsip komunikasi efektif serta menggunakan tiga kata ajaib, setiap individu dapat menciptakan komunikasi yang lebih baik dan bermakna.

---- oooOOOooo ----

Selasa, 07 September 2021

BELAJAR DAN CARA BELAJAR - APA DAN BAGAIMANA

BELAJAR DAN CARA BELAJAR 

APA DAN BAGAIMANA


 

 

A. BELAJAR

Bagaimana ciri-ciri seseorang belajar? Apa indikator bahwa seseorang benar-benar melakukan kegiatan belajar? Psikolog mendefinisikan hakikat belajar sebagai proses mengubah perilaku. Perubahan perilaku bersifat positif dan permanen atau permanen

Contoh :

Perubahan perilaku dan tidak tahu menjadi tahu banyak

Anak-anak yang perilaku emosionalnya meledak-ledak, setelah belajar, menjadi lebih terkontrol dan terukur. Ini berarti bahwa seseorang yang mengaku belajar, tetapi tidak menghasilkan perubahan perilaku yang positif, tidak belajar. Dia belum belajar.

 

B. PEMBELAJARAN EFEKTIF DAN PENGUASAAN KOMPETENSI

Beberapa konsep yang dapat dikembangkan untuk pembelajaran yang efektif dan efisien sesuai dengan kurikulum berbasis kompetensi adalah pembelajaran, beban belajar, sistem penilaian, sistem remedial, sistem pengayaan, sistem kenaikan kelas, sistem jurusan dan strategi pembelajaran, antara lain dengan antara lain dengan teknologi “e-learning”.


1. Setiap manusia dilahirkan lemah dan tidak tahu apa-apa.

Manusia akan berhasil jika mau belajar terus menerus sepanjang hidupnya, dengan tujuan akhir mencapai derajat kemuliaan manusia.


2. Arah kegiatan pembelajaran adalah membentuk watak atau kepribadian dan meningkatkan kualitas hidup seseorang.

Membangun karakter berarti mendorong kemandirian sehingga meningkatkan rasa percaya diri.


3. Bagaimana kemerdekaan dapat diwujudkan?

Desain pembelajaran harus memposisikan siswa sebagai subjek pembelajaran. Proses pembelajarannya berpusat pada siswa. Jadi, siswa benar-benar harus berperan sebagai pelaku utama kegiatan pembelajaran.


4. Siswa bertanggung jawab penuh atas tindakan dan kehidupannya, termasuk dalam pembelajaran.

Berhasil atau tidaknya pembelajaran tergantung sepenuhnya pada siswa sebagai aktor utama.


5. Landasan kegiatan pembelajaran terdiri dari empat pilar utama, yaitu:

a. Learning to know belajar untuk mengetahui, belajar untuk mengetahui dan memahami

b. Learning to do belajar berbuat , belajar untuk mengetahui dan memahami berbuat nyata dan asertif

c. Learning to live together Belajar hidup bersama , belajar untuk hidup dalam kebersamaan

d. Learning to be , Belajar menjadi belajar membangun dan mengekspresikan jati diri dan menjadi dirinya sendiri.


6. Belajar harus mampu menguasai kecakapan hidup yang termasuk :

a.   a.  Keterampilan pribadi, keterampilan diri atau kepribadian 
b.  Keterampilan berpikir, keterampilan berpikir positif
c.  Keterampilan sosial, 
d.  Keterampilan akademik, keterampilan belajar 
e.  Keterampilan vokasional, keterampilan vokasional atau karir.


a.  7. Cara belajar yang efektif dan efisien, harus dimulai dengan mengenali potensi atau kemampuan yang dimilikinya.

Dengan memahami kekuatan atau potensi yang dimiliki seseorang akan memudahkan proses pemberdayaan diri untuk menguasai kompetensi tertentu

 

8. Dalam setiap pembelajaran dijabarkan sejumlah tolok ukur kompetensi dalam bentuk indikator pembelajaran.

 

9. Beberapa keterampilan teknis pembelajaran yang perlu dikuasai antara lain sebagai berikut:

 

a. Ketuntasan belajar

Pencapaian hasil belajar dapat diukur dan tingkat penguasaan kompetensi. Dalam hal ini dikenal dengan SKBM (standar ketuntasan belajar minimal).

 

b. Remidial

Layanan belajar disediakan bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar

 

c. Pengayaan dan pembelajaran yang dipercepat

Layanan pengayaan diberikan kepada siswa yang cepat menyelesaikan studinya dan kemudian dapat berpartisipasi dalam program pembelajaran akselerasi

 

d. Teknologi dalam pembelajaran

Perkembangan teknologi informasi dan sumber belajar yang ada dapat dimanfaatkan untuk memperkaya metode pembelajaran. Metode ini disebut dengan metode “e-larning” atau MOL (Multi Channel Learning).

 

 

C. MENGETAHUI PROSES PENILAIAN

 

1. RANAH KOGNITIF

Penilaian dalam ranah kognitif selalu diakhiri dengan serangkaian penilaian, baik yang dilakukan dengan waktu yang terpisah maupun dengan mengikutsertakan kegiatan belajar mengajar. Untuk sebagian besar, tolok ukurnya adalah kecerdasan secara umum

 

2. RANAH AFEKTIF

Penilaian pada ranah ini diprioritaskan pada proses pembelajaran yang sedang berlangsung, baik ranah kognitif maupun ranah psikomotorik, yang dilakukan oleh guru dalam bentuk observasi sikap.

 

3. RANAH PSIKOMOTORIK

Hal-hal yang bernilai dalam ranah psikomotorik didasarkan pada pengamatan kinerja atau performance.

 


D. PROSES REMIDIAL / PERBAIKAN

 

Remidi dilakukan terhadap indikator yang belum tuntas, dengan ketentuan apabila nilai rata-rata ketuntasan di bawah SKBM, siswa yang belum berhasil mencapai ketuntasan dipersilahkan mengikuti remedial individu.

 

Nilai remedial tidak harus terbatas pada SKBM, tetapi harus tetap didasarkan pada pencapaian kompetensi yang ditargetkan. Nilai remedialnya bisa lebih tinggi dan pada nilai perolehan sebelumnya, selama masih ada bisa lebih rendah lagi. Apapun hasilnya, rangkaian remedial tidak dibatasi dalam jumlah berapa pun, asalkan masih ada waktu untuk belajar di sekolah.

 

 

E. CARA BELAJAR DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

 

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) lebih ditujukan untuk menyediakan tenaga profesional tingkat menengah, namun tidak menutup kemungkinan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan tujuan tersebut, kurikulum di SMK dirancang untuk dapat membekali peserta didik agar dapat memiliki kompetensi sesuai dengan program keahliannya masing-masing.

 

Dalam proses pencapaian cara belajar yang baik di SMK, teori dan praktek harus saling mendukung, bahkan cenderung banyak berlatih untuk penguasaan program keahliannya. Untuk mencapai hasil yang optimal, baik penguasaan teori maupun praktik, juga harus didukung oleh beberapa hal, antara lain:

1. Minat dan bakat serta kemampuan

2. Lingkungan belajar serta

3. Sikap dan kebiasaan belajar

 

F. SIKAP DAN KEBIASAAN BELAJAR

 

Sikap terhadap belajar adalah “kecenderungan seseorang untuk melakukan atau tidak melakukan kegiatan belajar, sebagai akibat dari perasaan dan keyakinannya tentang belajar”. Siswa yang percaya bahwa belajar itu penting untuk perkembangan kualitas diri, nilai ibadah, juga merasa senang dengan kegiatan belajar, sehingga cenderung melaksanakan kegiatan belajar dengan sebaik-baiknya.

Sedangkan jika keyakinan dan perasaan siswa sebaliknya, maka kecenderungannya adalah mereka akan malas atau enggan untuk belajar. Kebiasaan belajar dapat diartikan sebagai “perilaku belajar (kegiatan) yang relatif menetap, karena telah dilakukan berulang-ulang (rutin)”.

 Kebiasaan belajar tersebut meliputi kegiatan belajar di rumah, di sekolah (di kelas, perpustakaan, di tempat praktik), dan di tempat kerja.

 

G. KARAKTERISTIK SIKAP DAN KEBIASAAN BELAJAR YANG POSITIF

a.  Merasa nyaman hadir dan berpartisipasi aktif dalam proses  pembelajaran  (baik pelajaran teori maupun praktik)

b. Merasa senang mengikuti kegiatan pembelajaran yang diprogramkan oleh sekolah

c.  Memiliki jadwal belajar yang teratur

d.  Memiliki disiplin diri dalam belajar (bukan karena orang lain)

e.  Masuk kelas tepat waktu

f.   Perhatikan penjelasan guru

g. Mencatat pelajaran dalam buku khusus dengan rapi dan lengkap 

h.  Senang bertanya jika belum memahami materi pembelajaran yang diterima

i.   Berpartisipasi aktif dalam kegiatan diskusi kelas

j.   Baca buku pelajaran/buku bermanfaat lainnya secara teratur

k. Mengerjakan tugas atau pekerjaan rumah dengan sebaik-baiknya 

m. Ulet atau rajin dalam melaksanakan pelajaran praktek

l.  Tidak mudah menyerah ketika gagal.


Pemahaman tentang belajar dan pembelajaran ini diharapkan dapat dimiliki oleh siswa, sehingga bisa belajar dengan nyaman dan bisa menikmati proses belajar yang sedang dijalani di bangku sekolah.  Selanjutnya, dengan proses belajar itu siswa memiliki bekal untuk perencanaan studi lanjut atau perencanaan karir setelah lulus sekolah.

 

Referensi :

Kumpulan Materi Bimbingan Dan Konseling, Paramitra Publishing, Tim Paramitra, Yogjakarta, 2011

https://www.kompasiana.com/kikidiani/59d243337a70f111c724b9d2/belajar-dan-pembelajaran