Menjaga Nama Baik :
Pribadi, Keluarga, Masyarakat, dan Sekolah
A. Pendahuluan
Nama baik adalah salah satu hal paling berharga dalam kehidupan manusia. Nama baik sering dianggap sebagai cerminan kepribadian, kehormatan, dan martabat seseorang. Sekali nama baik rusak, akan sulit untuk memperbaikinya. Oleh karena itu, menjaga nama baik merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap individu.
Bagi seorang siswa, khususnya murid SMKN 2 Boyolangu, menjaga nama baik memiliki makna yang lebih luas. Tidak hanya sekadar menjaga diri sendiri, tetapi juga berkaitan erat dengan nama baik keluarga, masyarakat, dan sekolah. Keberhasilan siswa dalam menjaga nama baik akan membawa manfaat besar, sedangkan kegagalan dalam menjaganya bisa menimbulkan kerugian yang tidak kecil.
B. Pembahasan
Nama baik pribadi adalah fondasi utama dalam kehidupan seorang murid. Hal ini tercermin dari sikap sehari-hari, seperti cara berbicara, berpakaian, bergaul, hingga tanggung jawab terhadap kewajiban.
Contoh perilaku yang termasuk menjaga nama baik pribadi:
* Datang ke sekolah tepat waktu dan tidak sering bolos.
* Berbicara dengan sopan, tidak berkata kasar kepada guru atau teman.
* Mengumpulkan tugas tepat waktu dan dikerjakan dengan usaha sendiri.
* Menjaga kebersihan diri dan berpakaian rapi sesuai aturan sekolah.
* Menghindari kebiasaan buruk seperti merokok, mencontek, atau berkelahi.
Manfaatnya, siswa akan mendapatkan kepercayaan dari guru, teman, dan masyarakat, serta dikenal sebagai pribadi yang berakhlak baik.
Kerugiannya, jika tidak dijaga, siswa bisa kehilangan kepercayaan, dicap negatif, bahkan sulit meraih kesempatan baik di masa depan.
Setiap siswa adalah cerminan dari keluarganya. Masyarakat sering menilai keluarga dari perilaku anak-anaknya.
Contoh perilaku yang termasuk menjaga nama baik keluarga:
* Selalu berpamitan dengan sopan saat berangkat sekolah atau keluar rumah.
* Membantu orang tua dalam pekerjaan rumah sesuai kemampuan.
* Menghormati orang tua dengan mendengarkan nasihat mereka.
* Menjadi teladan bagi adik-adik, misalnya rajin belajar dan beribadah.
* Tidak melakukan perbuatan yang mempermalukan keluarga, seperti mencuri, berkelahi di jalan, atau melanggar aturan hukum.
Manfaatnya, keluarga akan bangga dan dihormati oleh lingkungan sekitar.
Kerugiannya, jika siswa berperilaku buruk, keluarga akan merasa malu dan bisa mendapat cap negatif dari masyarakat.
3. Menjaga Nama Baik Masyarakat
Masyarakat adalah lingkungan sosial tempat siswa tumbuh dan berkembang. Seorang murid yang berperilaku baik akan membawa nama baik bagi lingkungannya.
Contoh perilaku yang termasuk menjaga nama baik masyarakat:
* Ikut serta dalam kerja bakti membersihkan lingkungan.
* Sopan santun kepada tetangga, terutama yang lebih tua.
* Tidak mengganggu ketertiban umum, misalnya dengan balap liar atau tawuran.
* Menjadi sukarelawan dalam kegiatan masyarakat, seperti acara keagamaan atau kegiatan sosial.
* Menjaga fasilitas umum dengan baik, tidak merusak atau mengotori.
Manfaatnya, siswa akan dihargai dan dianggap sebagai generasi muda yang peduli serta bertanggung jawab.
Kerugiannya, jika siswa berbuat negatif, masyarakat akan kehilangan kepercayaan, bahkan lingkungan tempat tinggalnya bisa ikut tercemar namanya.
Sekolah adalah rumah kedua bagi siswa. Setiap tindakan siswa akan membawa dampak langsung terhadap citra sekolah.
Contoh perilaku yang termasuk menjaga nama baik sekolah:
* Memakai seragam sekolah lengkap dan rapi sesuai aturan.
* Menjaga kebersihan kelas, toilet, dan lingkungan sekolah.
* Mengikuti upacara bendera dengan tertib dan penuh hormat.
* Tidak mencontek saat ujian serta menghormati guru dan staf sekolah.
* Aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan lomba untuk membawa prestasi bagi sekolah.
* Bersikap sopan di luar sekolah sehingga masyarakat menilai positif terhadap SMKN 2 Boyolangu.
Manfaatnya, citra sekolah akan meningkat di mata masyarakat dan sekolah semakin dipercaya sebagai lembaga pendidikan berkualitas.
Kerugiannya, jika siswa berperilaku buruk, nama sekolah akan tercoreng meskipun hanya karena ulah satu atau dua siswa saja.
C. Penutup
Menjaga nama baik adalah tanggung jawab yang harus dipegang teguh oleh setiap siswa. Bagi murid SMKN 2 Boyolangu, hal ini bukan hanya tentang menjaga diri sendiri, tetapi juga tentang membawa kebanggaan bagi keluarga, masyarakat, dan sekolah.
Dengan contoh-contoh perilaku nyata, siswa dapat memahami bagaimana cara menjaga nama baik dalam kehidupan sehari-hari. Manfaatnya sangat besar, mulai dari memperoleh kepercayaan, membanggakan keluarga, hingga mengangkat citra sekolah. Sebaliknya, kerugian jika tidak menjaga nama baik juga sangat berat, seperti kehilangan kepercayaan, membuat malu keluarga, hingga merusak citra sekolah.
Oleh karena itu, mari kita bersama-sama menjaga nama baik pribadi, keluarga, masyarakat, dan sekolah dengan disiplin, tanggung jawab, dan akhlak mulia. Dengan begitu, kita akan menjadi generasi muda yang terhormat, berkarakter, dan siap menyongsong masa depan yang gemilang.
Referensi :
https://mediaindonesia.com/humaniora/764666/sikap-murid-yang-baik-terhadap-guru-di-sekolah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar